Ensiklopedia Rukun Iman untuk Anak dan Pelajar

Social Media

Mengenal Rukun Iman

Dalam Agama Islam dikenal dua pilar penting yang menjadi pedoman hidup bagi seorang muslim, yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam.

Iman, menurut bahasa, artinya membenarkan.

Sedangkan, iman menurut istilah syariat, maksudnya mengakui dengan lisan (perkataan), membenarkan (tashdiiq) dengan hati, dan mengamalkannnya dengan anggota tubuh.

Pengertian iman yaitu: Mengakuinya dengan lisan, membenarkannya dengan hati dan kemudian mengamalkannya dengan anggota tubuh.

Adapun Rukun Iman itu sendiri terdiri atas 6 rukun, antara lain:

1. Makna Iman Kepada Allah Swt

Iman kepada Allah Swt. bermakna bahwa kita meyakini tentang penjelasan Allah dan rasulnya mengenai keberadaan Tuhan.

 

2. Makna Beriman Kepada Malaikat Allah Swt

Makna beriman kepada malaikat berarti:

Pertama, mengimani wujud mereka.

Kedua, mengimani nama-nama malaikat yang telah kita ketahui namanya, sedangkan yang kita tidak ketahui namanya kita mengimaninya secara ijmal (garis besar).

Ketiga, mengimani sifat malaikat yang terdapat dalam hadis.

Keempat, yaitu mengimani tugas malaikat seperti yang telah diberitahukan kepada kita.

 

3. Makna Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt

Pertama, mengimani bahwa kitab itu datangnya dari Allah Swt.

Kedua, mengimani kitab tersebut, baik secara rinci (tafshil), maupun secara garis besar (ijmal).

Ketiga, yaitu membenarkan perkataan yang tertulis dalam kitab-kitab tersebut yang masih murni.

Keempat, mengamalkan hukum yang tertulis dalam kitab tersebut.

 

4. Makna Beriman Kepada Nabi Dan Rasul

Beriman kepada nabi dan rasul, bermakna bahwa kita meyakini nabi dan rasul ialah manusia utusan Allah yang diutus di muka bumi untuk menyampaikan kabar gembira dan ancaman; mahkluk yang diutus Allah ke bumi untuk memberi petunjuk pada umat manusia hingga kembali ke jalan lurus serta memercayai segala ajarannya, baik dari lisan maupun sebagai suri teladan.

 

5. Makna Beriman Kepada Hari Akhir

Beriman kepada hari akhir, artinya kita meyakini tanda-tanda akan datangnya hari kiamat.

 

6. Makna Beriman Kepada Qadha Dan Qadar

Makna beriman kepada qadha dan qadar, artinya kita mengimani, bahwa apapun yang terjadi di muka bumi, bahkan kepada diri kita sendiri sebagai manusia baik maupun buruk, merupakan kehendak dari Allah Swt.

IMAN KEPADA ALLAH

Rukun Iman Ke-1

Apa Iman Itu?

Iman adalah percaya dengan sungguh-sungguh dalam hati, dibuktikan dengan ucapan dan diamalkan dengan perbuatan.

Kita percaya dalam hati, bahwa Allah Swt. itu ada.

Kita ucapkan melalui syahadat dan kita amalkan dengan ibadah kepada Allah Swt.

Iman yang benar itu terdiri:

  • Akidah yang kokoh tanpa keraguan. Kita yakin kepada Allah Swt.  Satu-satunya yang wajib disembah dan meminta pertolongan.
  • Amal sebagai buah dari iman. Ibadah adalah bentuk dari amal. Iman kita tidak akan bernilai di hadapan Allah Swt. jika kita tidak beribadah kepada-Nya.

Siapakah Allah SWT Itu?

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan dan Dia-lah yang Mahahalus lagi Maha Mengetahui.”  (QS. Al An’am: 103)

Siapakah Allah Itu?

Allah Swt. adalah:

  • Tuhan pencipta manusia, tumbuhan, hewan, bumi, matahari, bulan, galaksi, dan seluruh alam semesta.
  • Tuhan pemelihara, pengatur, dan pemilik seluruh alam semesta.
  • Tuhan penguasa, yang berhak ditaati oleh makhluk ciptaan-Nya. Mengatur seluruh kehidupan di dunia akhirat.
  • Sebagai Tuhan yang berhak disembah oleh seluruh makhluk-Nya.

Bagaimana Kita Beriman Kepada Allah Swt?

Beriman kepada Allah Swt. berarti:

  • Meyakini dan percaya bahwa Allah Swt. itu ada.
  • Percaya bahwa Allah Swt itu satu.
  • Percaya Allah Maha Kuasa yang menciptakan segala sesuatu di muka bumi dan seluruh alam semesta.
  • Meyakini bahwa Allah Swt. adalah Yang Mahasempurna dari seluruh sifat yang baik.
  • Mengimani sifat-sifat Allah Swt. yang Mahasempurna.

Kenapa Iman Bisa Berubah-ubah?

Iman kita tidak selamanya tetap.

Iman kita akan mengalami naik turun, tergantung bagaimana cara kita memeliharanya.

Cara-cara membuat iman kita bertambah, di antaranya:

  • Perbanyak menyimak ayat Al-Qur’an.
  • Perbanyak mencari ilmu.
  • Senantiasa berzikir atau mengingat Allah Swt.
  • Memiliki hati yang terpenuhi keyakinan dan kebenaran.
  • Memperbanyak amal soleh.
  • Tanamkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah.
  • Memperbanyak mengingat kematian.
  • Banyak mengingat dahsyatnya hari kiamat.
  • Berinteraksi dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena alam.
  • Perbanyak munajat dan berserah diri pada Allah Swt.
  • Tinggalkan angan-angan yang muluk-muluk.
  • Memikirkan kehinaan dunia.
  • Selalu bersikap tawadhu.
  • Perbanyak amalan hati.
  • Sering menghisab (menghitung) diri.
  • Senantiasa berdoa kepada Allah Swt.  agar diberi ketetapan iman.

Bagaimana Caranya Dekat Dengan Allah Swt?

Agar kita selalu dekat dan disayang Allah Swt., maka kita harus mengenal dan dekat dengan Allah Swt.

Rajin berdoa atau menyayangi binatang termasuk di antara amal soleh yang bisa mendekatkan kita pada Allah Swt.

Sedangkan cara lain untuk mengenal lebih dekat dengan Allah Swt. adalah dengan mengetahui sifat-sifat yang dimiliki Allah Swt.

Yaitu 20 sifat wajib, 20 sifat mustahil, dan 1 sifat jaiz.

 

Apa Saja Sifat-sifat Allah Swt. itu?

  1. Allah Swt. Bersifat Wujud (Ada). Mustahil Allah Swt. Bersifat ‘Adam (Tidak Ada)

“Allah Swt. yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.” (QS. As Sajdah: 4)

Keberadaan Allah Swt. bisa dilihat dari adanya alam semesta beserta semua isinya.

Namun kita juga harus tetap percaya.

Ada ataupun tidak ada alam semesta ciptaan-Nya, Allah Swt. akan tetap ada.

Tidak terpengaruh dengan keberadaan hasil penciptaan-Nya.

Jadi Allah Swt. bersifat wujud, yaitu mutlak adanya.

     Mustahil Allah Swt. bersifat ‘adam atau tidak ada.

   

      2. Allah Swt. Bersifat Qidam (Paling Awal). Mustahil Allah Swt. Bersifat Huduts (Baru)

Sebagai pencipta semua makhluk dan alam semesta, sudah tentu Allah Swt. lebih dahulu ada dibanding alam semesta dan semua isinya.

Tidak ada yang mendahului atau menciptakan Allah Swt.

Allah juga tidak ada permulaan dan tidak ada akhir.

Jadi Allah Swt. bersifat qidam, yaitu dahulu, tidak bermula, dan paling awal.

Jadi mustahil Allah Swt. bersifat huduts, yaitu bersifat baru dan ada yang mendahului.

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhohir (yang nyata adanya karena banyak buktinya) dan Yang Bathin (Yang tidak dapat digambarkan hikmat Dzat-Nya oleh akal).” (QS. Al-Hadid:3)

3. Allah Swt. Bersifat Baqo (Kekal/Abadi/Tidak Pernah Berakhir).

Mustahil Allah Swt. Bersifat Fana (Binasa/Berakhir).

Allah Swt. akan selamanya hidup dan kekal abadi.

Sedangkan semua alam semesta dan isinya bersifat fana atau akan berakhir.

Memiliki awal dan akan berakhir.

Jadi Allah Swt. bersifat baqo, yaitu kekal abadi tidak ada akhir.

Mustahil Allah Swt. bersifat fana, yaitu hancur dan berakhir.

Semua yang ada di bumi ini pasti akan binasa. Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”

(QS. Ar-Rahman: 26-27)

4. Allah Bersifat Mukhalafatuhu lil hawaditsi (Berbeda dengan Semua Makhluk). Mustahil Allah Swt.

Bersifat Mumatsalatu lil hawaditsi (Ada yang Menyamai)

Tidak ada yang menyamai kesempurnaan Allah Swt.

Wujud perbedaan Allah Swt. tidak bisa dibayangkan dengan akal pikiran manusia.

Sebagai Maha Pencipta, Allah Swt. lebih hebat dibandingkan dengan alam semesta dan makhluk yang diciptakan-Nya.

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syuura: 11)

5. Allah Swt. Bersifat Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri). Mustahil Allah Swt. Bersifat Ihtiyaju Lighoirihi (Bergantung Kepada Sesuatu/Membutuhkan Yang Lain)

Allah Maha Perkasa dan Maha Kuasa.

Tanpa pertolongan Allah Swt. tak akan ada sesuatu pun yang bisa tercapai.

Allah Swt. berdiri sendiri. Tak sedikit pun membutuhkan pertolongan dan bergantung pada yang lain.

“Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Al Ankabut: 6)

6. Allah Swt. Bersifat Wahdaniyat (Satu). Mustahil Allah Swt. Bersifat Ta’adud (Berbilang)

Keesaaan Allah Swt. pada dzat, pada sifat, dan pada perbuatan-Nya.

Seandainya di langit dan di bumi ada tuhan-tuhan selain Allah Swt., niscaya langit dan bumi akan rusak.

“Katakanlah:  “Dialah Allah, Yang Mahaesa.” (QS. Al-Ikhlas: 1)

7. Allah Swt. Bersifat Qudrat (Mahakuasa). Mustahil Allah Swt. Bersifat ‘Ajzun (Lemah Atau Tidak Berkuasa)

Allah Swt. Maha Berkuasa untuk mengadakan tiap-tiap yang ada dan meniadakan tiap-tiap yang tiada.

Kekuasaan Allah Swt. Bersifat mutlak.Tidak ada batasnya.Tidak ada sesuatu pun yang melebihi kekuasaan Allah Swt.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kategori
DONASI

Dukungan Anda begitu penting untuk memastikan kelangsungan berjalannya situs katabaca.com. Semakin bertambahnya ebook yang dimuat  semakin besar pula biaya yang dibutuhkan untuk memastikan situs ini tetap dapat diakses. Katabaca.com bergantung pada donasi yang diberikan pihak pribadi maupun institusi.

Berikan donasi Anda secara sukarela hari ini. Setiap donasi minimal Rp 500 ribu akan mendapatkan paket Pustaka Buku Digital (Ebook) 1 USB Flashdrive 32 GB berisi 2000 ebook anak dan keluarga dengan lebih dari 64 ribu halaman. Free ongkir ke seluruh wilayah Indonesia.

 

Yayasan Sebaca Indonesia Foundation adalah lembaga sosial non-profit pengelola media jaringan buku digital free online katabaca.com dan ebookanak.com untuk mewujudkan visi Indonesia Cerdas Literasi dengan misi berbagi 1 juta buku digital free online.

 

Redaksi

Jl. Raden Mochtar III
No. 126 , RT 003/02
Kompleks Pos Giro
Sindanglaya, Bandung
Jawa Barat, 40195

WA: 08156148165
Telp: (022) 87824898

Email: cbmagency25@gmail.com

www.ebookanak.com
www.katabaca.com

 

 

katabacacom

Adalah salah satu platform web pustaka baca buku digital free online bersama ebookanak.com menjadi bagian jaringan media GERAKAN INDONESIA BERBUDI (Berbagi 1 juta buku digital) free online yang diinisiasi Yayasan Sebaca Indonesia Foundation (SIF) yang berkolaborasi dengan banyak penerbit serta sumber media lainnya di Indonesia dan luar negeri.

Disklaimer:  Publikasi konten dan informasi buku digital di situs ini bersifat non profit/non komersial dengan tujuan untuk kepentingan sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, pengembangan, penelitian, dan kearsipan dokumentasi bacaan anak/bergambar dengan cara: mencari, mengumpulkan, menyimpan data dan informasi buku/bacaan anak bergambar terbitan lama untuk dokumentasi/kearsipan perpustakaan digital dari berbagai sumber untuk dipublikasikan ulang ke masyarakat umum secara digital dengan kemudahan akses membaca free online dalam upaya mendukung Gerakan Indonesia BERBUDI (Berbagi 1 Juta Buku Digital) Free Online, untuk visi Indonesia Cerdas Literasi dan Ilmu Pengetahuan.

 

Segala sesuatu yang berkaitan dengan hak cipta/hak intelektual, hak komersial, serta tuntutan dan tanggung jawab hukum perihal konten yang telah dipublikasikan di situs ini, tetap melekat dan tidak terpisahkan ada pada: penulis/pengarang, illustrator, desainer, layouter, melalui penerbit, serta sumber media bersangkutan lainnya.

 

Di antara perbuatan yang tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta: “Pembuatan dan penyebarluasan konten Hak Cipta melalui media teknologi informasi dan komunikasi yang bersifat tidak komersial dan / atau menguntungkan Pencipta atau pihak terkait, atau Pencipta tersebut menyatakan tidak keberatan atas pembuatan dan penyebarluasan tersebut.” (Pasal 43, Undang-Undang Hak Cipta RI, No. 28 tahun 2014).

Hosting Partner by:
logo nusantarahost